Showing posts with label Ceritamu. Show all posts
Showing posts with label Ceritamu. Show all posts

Friday, August 19, 2016

Edisi Baca Koran Catalog Berau Post ( Kecelakaan Di Jl. Stasiun - Teluk Bayur )

TELUK BAYUR – Seorang pria yang mengendarai motor Yamaha Mio KT 5490 GZ diduga bersama pasangannya, terlempar dan tewas setelah dihantam Honda Mobilio B 1951 KRG di Jalan Stasiun III RT 13 Teluk Bayur, Selasa (16/8) pukul 15.00 Wita. Pria mengenakan jaket merah ini wajahnya berlumuran darah serta nafasnya sudah tidak lagi terlihat. Sementara wanita yang diboncengnya juga terlempar namun masih sadarkan diri dan diamankan warga di tepi jalan di depan sebuah kios.
Salah satu warga setempat, Boiman mengatakan motor yang tertabrak dari arah Tanjung Redeb, hendak melaju ke arah Labanan.
Lebih lanjut, Boiman pengguna motor itu membawa kawan wanitanya. Dan si korban yang membawa motor saat keadaan sudah tidak bernyawa dan kawan wanitanya sudah dilarikan ke RSUD Abdul Rivai.
Sementara pengemudi Honda Mobilio tidak mengetahui secara persis kronologi kejadian. “Motor ini dari arah Tanjung Redeb mau ke arah Labanan. Saya tidak tahu, kejadiannya begitu cepat. Tahu tahu sudah saya tabrak,” ujar pria yang masih syok dan enggan menyebutkan namanya ini.
Yang pasti, mobil ini ringsek di bagian depan dan terhenti di pohon pisang di tepi jalan, sementara motor yang dikendari korban juga terlindas di bawah mobil. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib atas kejadian ini.(b.p)
Berikut Foto Lengkap saya Ambil Dari Facebook Temen .







Thursday, May 8, 2014

Selepas Perkelahian Berujung Maut, Berau Mencekam ( Foto - Foto )

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dikabarkan mencekam selepas terjadinya perkelahian yang menewaskan seorang warga, kemarin. Sekelompok warga masih berkerumun di Tanjung Redeb untuk meminta tiga pelaku yang diterbangkan ke kantor Kepolisian Daerah Kalimantan Timur di Kota Balikpapan, kemarin, tetap di Berau.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar Fajar Setiawan, mengatakan pengeroyokan pada Rabu malam lalu di Jalan Singkuang, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, memicu suasana panas di Berau. 
Korban pengeroyokan tergeletak di jalan. Korban itu ditemukan warga dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Sempat dirawat tapi nyawanya tak tertolong," kata Fajar ketika dihubungi Tempo dari Samarinda, kemarin.
Tiga pelaku yang sempat kabur akhirnya ditangkap kemarin. Mereka berinisial I, A, dan H. Menurut Fajar, pelaku dibawa ke Polda Kalimantan Timur demi keamanan. "Ada indikasi akan ada aksi balasan," ujar dia. Menurut Fajar, Satuan Brigade Mobil di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan sudah disiagakan jika suasana memanas. 

Fajar menyatakan kejadian ini murni kasus kriminal dan tidak berkaitan dengan konflik antar-etnis. Dia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu SARA. Fajar menjelaskan, pengeroyokan ini disebabkan kesalahpahaman di antara tiga pelaku dan korbannya. 

Berdasarkan keterangan warga di Tanjung Redeb yang menolak disebut namanya, kerumunan massa tampak di sejumlah lokasi, termasuk di Kepolisian Resor Berau. Warga Berau lainnya, Arif, menuturkan ratusan orang bersenjata tajam dan berpakaian adat dari luar daerah mengepung Polres Berau. "Kondisinya panas, namun masih bisa dikendalikan polisi. (Tempo)

Wednesday, May 7, 2014

Foto Eksekusi Lahan Warga Di Pulau Panjang, Kabupaten Berau Bentrok dengan Polisi

SALING BERTAHAN warga Jalan Pulau Panjang dan aparat kepolisian sempat saling bertahan. Ratusan warga tersebut menolak eksekusi yang bakal dilakukan oleh Pengadilan Negeri Tanjung Redeb. Sempat terjadi bentrok fisik antara warga dengan aparat kepolisian

Sejak pukul 7.00 pagi, Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau  ditutup oleh warga sekitar, Rabu (7/5/2014). Penutupan jalan oleh ratusan warga itu dilatarbelakangi rencana Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb yang akan mengeksekusi puluhan rumah warga di area padat penduduk tersebut.

Bahkan pihak PN Tanjung Redeb juga menyiapkan satu unit excavator untuk merobohkan bangunan milik warga. Warga, terutama yang rumahnya bakal dieksekusi pun melakukan perlawanan. Aparat kepolisian dari Polres Beraubersama TNI pun berusaha mengamankan aksi warga tersebut.

Masyarakat menolak pembacaan putusan Mahkamah Agung yang akan dibacakan oleh petugas PN Tanjung Redeb. “Kami sudah bermukim di lahan itu selama puluhan tahun. Kami juga memiliki surat-surat dari BPN (Badan Paertanahan Nasional). Kalau memang benar itu tanahnya, kami minta tunjukan suratnya,” kata salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Warga bertahan dengan memblokir jalan, aparat kepolisian pun tidak tinggal diam. Puluhan anggota Pengendali Massa (Dalams) pun dikerahkan. Namun ratusan warga menghadang Dalmas dengan pagar betis yang juga melibatkan wanita dan anak-anak. Hujan deras disertai petir saat itu seolah menjadi penyemangat warga untuk bertahan.
Entah siapa yang memulai, tiba-tiba terjadi bentrokan antara warga dengan Dalmas. Adu fisik pun tak terhindarkan, meski aparat kepolisian mengenakan peralatan lengkap namun warga terus melawan. Saling pukul pun terjadi.

Melihat situasi yang semakin tak kondusif, beberapa perwira polisi yang berada di lokasi pun akhirnya memutuskan mengalah, dengan memerintahkan anggota Dalmas mundur. Meski upaya persuasif tidak membuahkan hasil, namun setelah anggota kepolisian mengalah, warga pun membubarkan diri.

Melihat situasi yang semakin tak kondusif, beberapa perwira polisi yang berada di lokasi pun akhirnya memutuskan mengalah, dengan memerintahkan anggota Dalmas mundur. Meski upaya persuasif tidak membuahkan hasil, namun setelah anggota kepolisian mengalah, warga pun membubarkan diri.

Monday, May 5, 2014

Mayat Mengapung Gegerkan Warga

DIEVAKUASI: Jasad Suhartono saat dievakuasi oleh tim SAR dan Polres Berau, kemarin pagi.

Warga Jalan Pulau Derawan, Kecamatan Tanjung Redeb, digegerkan penemuan mayat pria yang mengapung bersama tumpukan sampah kayu di Sungai Segah di kawasan jalan tersebut, sekitar pukul 06.00 Wita kemarin (3/5). Berdasarkan pantauan harian ini sekitar pukul 07.00 Wita, jasad tersebut diketahui bernama Suhartono (22), warga Jalan Gatot Subroto Gang Kedondong, Tanjung Redeb.
 
Bersama tim Search and Rescue (SAR) serta polisi, jasad korban berhasil dievakuasi. Polisi menemukan uang Rp 25 ribu, kartu tanda penduduk, dan sebuah telepon genggam pada jasad. Penemuan mayat itu berawal dari masyarakat sekitar yang tengah berada di bantaran sungai. Melihat tubuh yang mengambang di antara tumpukan sampah kayu, warga itu pun melaporkannya ke Mapolres Berau. 
”Kita taunya sudah diliatin orang, dan langsung dilaporkan kepada polisi, enggak lama juga polisi datang melihat mayat yang mengapung tersebut,” kata warga yang enggan namanya dipublikasikan. Diketahui, Suhartono yang bekerja sebagai penjual gorengan di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Redeb, itu terakhir kali terlihat sekitar Kamis (1/5) sore, tengah mengendarai sepeda motor Honda Supra X. 
“Dia terakhir kita lihat Kamis sore, dan beberapa hari enggak kelihatan kan kita cari karena motor dipakainya, jadi kita sudah tanya kepada temannya yang lain juga enggak tau,” ungkap rekan Suhartono yang tinggal bersama korban. Kasubbag Humas Polres Berau AKP Marwoto mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus penemuan mayat tersebut. 
”Jadi pas dapat informasi, langsung ditindak lanjuti dan dilakukan pengembangan mengenai matinya si korban,” tuturnya. Menurutnya, polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi. ”Dari hasil pemeriksaan nanti kita akan tau, apakah ada indikasi pembunuhan atau kelalaian si korban,tuturnya. (KPonline)